Self Note : Belajar dari Bu Een

 

Pagi ini ruangan saya terlibat perbincangan tentang kisah dari Bu Een yang disiarkan di salah satu TV swasta tadi malem. Saya sendiri pernah menonton kisah Bu Een secara sekilas pada selasa/rabu pagi, tapi pada saat itu saya belum begitu memahami perjalanan dari Bu Een. Saya baru ngeh ketika teman seruangan saya menceritakan tentang kisah beliau dari acara yang dia tonton tadi malem. Dari cerita teman tersebut, saya searching videonya dan baca kisah tentang beliau sehingga menginspirasikan saya untuk menulis tulisan ini.

Bu Een adalah seorang pahlawan tanpa tanda jasa asal Sukabumi yang (maaf) menderita rheumatoid arthritis sejak 30 tahun yang lalu. Penyakit tersebut menyebabkan badan Bu Een mengecil dan lumpuh sehingga beliau hanya bisa terbaring di atas tempat tidurnya. Kekurangan yang beliau punya  tidak dijadikan sebagai kelemahan tapi sebagai kekuatan untuk memberikan pengajaran kepada murid-murid SD sampai SMA dirumah sederhanya secara gratis.

Bu Een sedang memberikan pelajaran kepada muridnya

Bu Een sedang memberikan pelajaran kepada muridnya

Berawal dari salah seorang anak tetangga yang bertanya kepadanya tentang PR yang tidak bisa dikerjakan, lama-lama makin banyak anak-anak yang datang berkonsultasi untuk meminta pengajaran darinya . Dari atas tempat tidurnya, Bu Een menjelaskan pelajaran secara lisan. Dari belajar otodidak melalui berbagai buku dan belajar dari murid-muridnya, Bu Een mampu menjelaskan secara rinci materi pelajaran SD sampai SMA.

Bu Een 2

Dengan pengajaran berbasis kasih sayang, Bu Een memberikan pengajaran kepada anak muridnya secara tulus ikhlas. Atas semua jasa-jasanya, Universitas Pendidikan Indonesia yang menjadi tempat Bu Een pernah menimba ilmu memberikan beliau penghargaan Pengabdian Sepanjang Hayat. Selain Itu Liputan 6 Awards juga memberikan Special Award kepada Bu een atas semua pengabdian yang telah dia berikan.

Bu Een, tidak banyak yang ingin dicapainya dalam kehidupan ini. Hanya ingin bisa naik haji, bertemu dengan Presiden SBY, Bimbo serta  Ebiet G Ade yang merupakan artis favoritnya. Gayungpun bersambut, Alhamdulillah atas semua kegigihan, kesabaran, keikhlasan dan keteguhan hatinya dalam menjalani kehidupannya, Bu Een bisa bertemu dengan Pak SBY beserta Bu Ani, Menyanyi bersama Bimbo dan Ebiet G Ade. Bu Een pun dipastikan akan pergi Haji untuk menunaikan rukun islam yang kelima. Subhanallah..

Bu Een ketika bertemu Presiden SBY

Bu Een ketika bertemu Presiden SBY

Semoga Allah swt selalu menjaga dan melindungi Bu Een dalam curahan dan limpahan Kasih Sayang-NYA yang tiada tara.

Ps : Baca kisah Bu Een saya merasa malu. Selama 30 tahun dia mengabdi pada sesama tanpa diketahui oleh siapapun dan tanpa pernah mengeluh lelah. Sementara saya yang baru kurang lebih 1 tahun mengajar anak-anak jalanan telah begitu membanggakan diri saya. Bahkan tak ayal sering tidak mengajar ketika lelah dan rasa malas itu datang😦.  Astaghfirullahaladzim..

“Untuk bahagia kita harus merasakan sakit yang mendalam” 

-The Lela, murid Bu Een –

 

Berikut tautan Belajar dari Bu Een :

1.http://www.youtube.com/watch?v=4bdKUY_uaSw
2. http://www.youtube.com/watch?v=GLNizppx3MM
3. http://www.youtube.com/watch?v=HmZHti1bdEQ

2 thoughts on “Self Note : Belajar dari Bu Een

  1. memang kalau kita ikhlas berbuat baik Allah pasti akan membalas dengan yang baik, di dunia dan nanti di akhirat lebih istimewa lagi balasannya.

    sudah banyak contohnya, termasuk bu Een, ya mbak-u. Semoga menjadi motivasi bagi diri ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s