Bekerja vs Ibu Rumah Tangga

 

Menyambung tulisan yang sebelumnya, keinginan untuk menjadi Ibu Rumah Tangga itu begitu besar di saya. Mengingat masa kecil saya yang tidak diasuh dan dididik langsung oleh orang tua, saya ingin anak-anak saya kelak tidak mengalami hal yang sama seperti yang saya rasakan. Saya ingin menjadi orang pertama yang melihat pertumbuhannya, mengajarkannya matematika, mengenalkannya pada hal-hal baru disetiap tingkatan usianya. Saya ingin menjadi istri yang selalu ada ketika dibutuhkan, mendampingi suami  ketika dia lelah dari rutinitasnya setiap hari, dan menjadikan rumah sebagai seindah-indahnya tempat yang ada di dunia.

Tapi dilain sisi, saya juga harus bekerja untuk membalas jasa-jasa dan membayar segala lelah dari orangtua yang telah berkorban banyak hal untuk saya. Untuk membantu kehidupan orang tua dan saudara-saudara saya. Untuk mewujudkan mimpi saya agar bisa berbagi dengan sesama.

KepadaMU.

Saya serahkan segala kehidupan hamba,Tuhan. Jika saya harus bekerja, semoga saya mampu menjadi Istri dan Ibu seperti apa yang saya cita-citakan. Pun jika tidak bekerja dan fokus menjadi ibu rumah tangga, saya percaya bahwa Engkau telah mempunyai rencana yang indah dan telah menyiapkan rezeki yang lebih untuk keluarga saya kelak.

Besarkanlah hati hamba ketika harapan tidak sesuai dengan kenyataan.

 

@sudut cafeteria, 05:03 p.m.

19 September 2013

9 thoughts on “Bekerja vs Ibu Rumah Tangga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s