Karena saya, Manusia

 

 

Tak selamanya kita bisa menjadi bijak seperti apa yang kita tuliskan/ucapkan.

 

Saya pernah menuliskan Quote di atas di salah satu akun jejaring sosial saya. Quote di atas saya khususkan untuk diri saya sendiri. Saya menyadari, sebagai manusia biasa yang memiliki sifat dasar manusiawi, seperti : marah, iri, dengki, kesal, cengeng, dan sederet sifat jelek lainnya, sifat-sifat seperti itu pun tidak bisa lepas dari kehidupan saya.

 

Selama ini mungkin teman-teman semua menganggap kalau tulisan saya inspiratif (semoga ini bukan penilaian saya saja:D) dan saya cukup bijak dalam menyikapi segala permasalahan yang saya hadapi. Saya pun selalu berusaha menjadikan tulisan-tulisan saya sebagai pengingat dan penguat disaat saya rapuh dan lemah. Tapi pada kenyatannya tidak demikian! Saya manusia  dan saya lemah!

 

Kenyataannya saat ini saya sedang dihadapkan pada sebuah permasalahan yang cukup memusingkan kepala dan menyesakan dada #eaa bahasanya😀, tapi kalian tahu hal apa yang saya lakukan untuk menenangkannya? Nangis! iyah menangis dan meratapi nasib yang serasa tidak berpihak kepada saya.

 

Saya menyadari sebagai manusia, tak selamanya saya bisa tampil sekuat dan sekokoh pohon yang mampu berdiri tegak di tengah kerasnya badai kehidupan yang melanda. Sebagai manusia yang memiliki banyak rasa, maka tidak ada salahnya jika kita merasa rapuh dan kalah dari permasalahan yang sedang dihadapi. Rapuh, itulah yang saya rasakan sekarang.

 

Dan karena  manusia pulalah, maka

Menangislah!  jika dengan menangis dapat mengurangi sedikit beban yang ada di pundakmu.

Teriaklah!  jika dengan teriak bisa mengurangi sedikit deritamu.

Marahlah! Jika ada sesuatu hal yang bertentangan dengan nilai-nilaimu.

dan Tertawalah! jika ada sesuatu yang lucu yang menggelitikmu.

 

Ps : Untuk saat ini biarkan saya menikmati ketidakberdayaan ini. Tenang saja, nanti saya pasti bangkit dan mengikhlaskan semua permasalahan ini. Kepada sang waktu, terima kasih karena telah mengkondisikan perasaan ini. Saya percaya, waktu pasti akan berpihak kepada saya.

 

@disuatu sudut kantor, 05Nov’12

3 thoughts on “Karena saya, Manusia

  1. yah, kalo lagi sedih jangan pura2 bahagia, kalo memang pengen nangis ya nangis aja, tapi ati2 itu jangan suka disudut/pojokan ntar kesambet😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s