Ketika tua datang

Semoga saja ketika tua nanti, kita tidak seperti di gambar😀

Menjelang siang tadi saya menyerahkan SK Pensiun kepada salah satu teman kantor, Pak Mukhsinudin. Sebenarnya TMT pensiun nya per tanggal 1 Januari 2013 nanti. Tapi berhubung SK nya telah selesai dibuat di Badan Kepegawaian Negara, maka langsung diserahkan ke yang bersangkutan.
Dia berkaca-kaca ketika mendapatkan SK itu. Ekspresi mukanya pun langsung berubah, ekspresi muka yang abstrak, antara senang dan sedih. Senang karena tidak lagi harus ke kantor dan memusingkan pekerjaan kantor yang tidak akan pernah ada habisnya, dan sedih karena telah habis masanya untuk mengabdi kepada negara (baca : pensiun).

Saya pun merasakan kesedihan dari ekspresi mukanya. Dan dari ekspresi itu saya menyadari kalau seiring dengan bertambahnya waktu, usia pun akan bertambah, dan kita pun ikut bertambah bersamanya menjadi tua. Menjadi tua dan mati adalah hal yang pasti dalam hidup ini.

Pertanyaannya, seberapa siapkah kita ketika tua itu datang??

Ketika tua datang, dimana fisik tidak lagi kuat seperti masih muda dulu, ketika kulit dan muka telah menjelma menjadi goresan-goresan halus nan cantik, ketika hidup terasa diujung tanduk ( karena telah mendekati kematian. Semoga saja saya tidak menggunakan istilah yang terlalu berlebihan :D), ketika hari tua menjadi seperti babak baru yang menyenangkan sekaligus menakutkan. Hal itu dapat dipahami karena usia yang tua membawa kita pada kondisi kehilangan banyak hal. Kehilangan kesehatan, kekuatan, ingatan yang kuat, pekerjaan, jabatan, kekayaan, teman,kebebasan, bahkan harga diri.

Kalau dulu kita memegang tampuk pimpinan dalam suatu instansi, kini kepemimpinan itu beralih kepada orang lain. Dulu masih kuat untuk melakukan olahraga apa pun, kini kita memakai alat penyangga atau tongkat untuk dapat berdiri. Dulu kita dikenal sebagai pemilik rumah, kini menjadi orang yang menumpang di rumah anak. Dulu bisa memberi uang kepada cucu-cucu dan memberikan mereka beraneka mainan dan makanan, kini kitalah yang menerima pemberian dari cucu-cucu kita. Masa tua membuat kita seolah kehilangan harga diri, merasa jadi beban dan tidak berharga lagi karena tidak bisa menghasilkan sesuatu.

TUA sesuatu yang pasti yang dialami manusia. Tiada obat untuk bisa mencegahnya. Kita hanya bisa memperlambat kedatangannya. Meskipun harus mengalami masa-masa tua, setidaknya kita sudah siapkan diri agar tua kita nanti tetap berarti. Sehingga orang-orang di sekitar kita tidak melemparkan kita ke panti jompo, karena kelehan mengurus kita.

Mengutip perkataan teman terbaik saya😀

“Selama kita hidup dengan orang-orang yang kita cintai, jalanilah hidup dengan senyuman. InsyaALLAH ketika tua nanti (Aamiin) kita akan terus bersyukur tanpa harus bersedih”.

Yukk persiapkan bekal kita untuk sesuatu yang lebih baik di masa tua.

Ps : Saya pikir menjalani hidup dengan senyuman bukan hanya dengan orang-orang yang kita cintai, tapi juga dengan lingkungan sekitar kita pada umumnya dan orang-orang di sekeliling kita pada khusunya 

6 thoughts on “Ketika tua datang

  1. Dari semua paparan di tulisan ini. Satu yang buat aku diem. Indah punya pacar? Wah wah, gak cerita. Nyebeliiinnnnnnnnnnn.

  2. Mengutip perkataan pacar saya😀

    “Selama kita hidup dengan orang-orang yang kita cintai, jalanilah hidup dengan senyuman. InsyaALLAH ketika tua nanti (Aamiin) kita akan terus bersyukur tanpa harus bersedih”.
    suka sekali kalimat ini.

    ngomong-ngomong kenalin doong pacarnya. Selamat ya mbak indah. Jangan lama-lama cetak undangannya ya.🙂

    • Suka yah?ambil ajah mbah. Gratis kok😀 Pacaran itu tdk untuk d publish d publik,mbah🙂 jd untk it biar saya ajah yg tw😀 Undangan? Mbah duluan yah,bru saya nyusul🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s