Cinta sepanjang hayat

Jodoh kita memang terhenti di dunia. Tapi percayalah, disuatu tempat yg telah disediakaNYA, aku ada. Setia menunggumu, dan kita akan bersama, selamanya.

Senin sore saya mendapat kabar kalau istri salah seorang teman kantor saya meninggal, istrinya Pak Eri. Mendengar berita tersebut, selasa pagi kemarin saya dan teman-teman seruangan berkunjung ke rumah duka. Sesampainya di rumah duka kami tidak sempat bertemu dengan almarhumah karena almarhumah baru saja disemayamkan. Sembari menunggu Pak Eri dan keluarganya pulang dari pemakaman, saya dan teman-teman bercengkrama dengan keluarga yang ada.

Dari cerita sanak saudara almarhumah diketahui kalau ternyata almarhumah meninggal akibat sakit kanker rahim yang telah lama dialaminya. Kesederhanaan hidup yang dia alami membuatnya harus mengalah dengan penyakit yang terkenal ganas dan mematikan itu. Pak Eri adalah seorang satuan pengamanan di kantor kami yang namanya baru saja lolos verifikasi di Badan Kepegawaian Negeri untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.

Dari penuturan keluarga juga diketahui bahwa sejak divonis menderita penyakit ganas tersebut, Pak Eri selalu setia mendampingi Bu Eri. Tak pernah sekalipun Pak Eri meninggalkan Bu Eri sendiri melawan penyakitnya. Saat sang istri menghembuskan napas terakhirnya pun, Pak Eri ada di sisinya. *Sungguh cerita yang begitu mengharukan L *. Saya juga pernah bertemu dengan Pak eri dan istrinya di Rumah Sakit, saat itu Pak Eri sedang memeriksakan penyakit  istrinya. Demi membiayai pengobatan sang istri, Pak Eri rela pergi ke kantor menggunakan sepeda, padahal jarak yang harus ditempuh sangat jauh L.

Kisah cinta Pak Eri dan istrinya mengajarkan saya bahwa sejatinya cinta itu adalah saling berbagi. Berbagi dikala suka maupun duka. Pak Eri bisa saja meninggalkan Bu Eri jika dia mau, tapi dia sadar bahwa jika dia ingin mencari yang sempurna, tidak akan pernah dia temui sosok yang sesempurna wanita yang telah memberikannya 3 anak tersebut.

Mengutip kata yang pernah saya baca bahwa :

jika ia sebuah cinta, ia tidak mendengar, namun senantiasa bergetar.

jika ia sebuah cinta, ia tidak buta, namun senantiasa melihat dan merasa.

jika ia sebuah cinta, ia tidak menyiksa, namun senantiasa menguji.

jika ia sebuah cinta, ia tidak memaksa, namun senantiasa berusaha.

jika ia sebuah cinta, ia tidak cantik, namun senantiasa menarik.

jika ia sebuah cinta, ia tidak datang dengan kata-kata, namun senantiasa menghampiri dengan hati.

jika ia sebuah cinta, ia tidak terucap dengan kata, namun senantiasa hadir dengan sinar mata.

jika ia sebuah cinta, ia tidak hanya berjanji, namun senantiasa mencoba memenangi.

jika ia sebuah cinta, ia mungkin tidak suci, namun senantiasa tulus.

jika ia sebuah cinta, ia tidak hadir karena permintaan, namun hadir karena ketentuan.

jika ia sebuah cinta, ia tidak hadir dengan kekayaan dan kebendaan, namun hadir karena pengorbanan dan kesetiaan.

Ps : Sepanjang perjalanan pulang rumah duka tiba-tiba saya kepikiran, jika saya yang berada di posisi Bu Eri, mungkinkah calon suami saya nantinya juga akan berlaku yang sama seperti Pak Eri. Setia disisi saya, mendampingi saya, bersama-sama berjuang melawan penyakit ganas yang kapan saja siap mematikan saya.

Entahlah, saya tidak berani berandai-andai. Tapi satu hal yang saya pahami, bagaimana saya memperlakukan pasangan, maka begitu pula pasangan akan memperlakukan saya.

-Mendung siang ini, 150912-

4 thoughts on “Cinta sepanjang hayat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s