Self Reflection : Khatam Al-Qur’an, WAJIB!

Pada minggu pagi yang lalu, saya terlibat perbincangan dengan seorang teman di WhatsApp.  Ditengah-tengah obrolan dia menanyakan bagaimana ngaji saya. Saya jawab, not too good. Karena memang begitulah kenyataannya.

Sebelumnya saya pernah membaca tulisan temon yang berkisah tentang berapa banyak buku yang telah habis engkau baca dibandingkan dengan membaca Alqur’an. Membaca tulisan itu saya merasa tertampar.

Saya, diusia segini belum pernah sekalipun khatam Alqur’an. Prestasikah? Oh bukan! bahkan saya malu karena sebagai seorang hambaNYA yang selalu dicukupkan nikmat dan rezekinya, yang selalu diberikan apapun yang saya minta, tetapi belum pernah sekalipun menamatkan membaca kitab suciNYA itu😦. Jangankan membaca Hadis, Alqur’an saja saya belum tamat membacanya. Kontras sekali dengan buku-buku bacaan yang dalam setengah tahun ini sudah 6 buku yang saya habiskan.

Mungkin terlalu klise jika saya menyalahkan waktu. Karena pada dasarnya kita semua memiliki waktu yang sama 1×24 jam. Tapi sepertinya saya yang tidak bisa memanage waktu dengan baik. Biasanya, ketika memiliki waktu kosong saya isi dengan menulis atau membaca. Biasanya saya membaca Alqur’an itu ba’da magrib sembari menunggu Isya, itupun tidak bisa lama karena harus mengajar sepupu-sepupu saya, tapi tetap saja saya belum bisa menamatkannya. *gimana mau bisa tamat, bacanya saja ndak serius :(*

Dalam perbincangan tersebut teman saya bilang kalau saya bisa mengkhatamkan Alqur’an jika memang membulatkan niat dan tekad. Katanya untuk kebaikan harus dipaksakan dan disegerakan. Gak bisa 1 juz perhari, bisa 1 surat per minggu, bisa 1 ayat 1 hari. Dan itulah yang sedang saya coba usahakan. Terima kasih atas pertanyaannya, terima kasih atas sarannya, terima kasih atas obrolan singkatnya.

Self reflection, semoga saja dimomentum ramadhan ini, saya bisa menamatkan kitab suci yang merupakan pedoman hidup kita itu. Yah meskipun menjelang puasa yang ke-14 ini saja saya belum menyelesaikan 1 juz. Pun jika tidak bisa ramadhan kali ini, semoga saya bisa menamatkannya segera. Aamiin.

Ps : Selama ini saya menjadikan tulisan-tulisan saya sebagai pengingat ketika saya jatuh dan lupa. Pun begitu dengan tulisan ini. Semoga saja tulisan ini menjadi penyemangat dan pengingat bagi saya akan janji dan mimpi saya. Kepada teman-teman semua, jangan lupa ingatkan saya ketika saya lelah dan lupa membaca khatamNYA. Terima kasih #peluk teman-teman semua🙂.

9 thoughts on “Self Reflection : Khatam Al-Qur’an, WAJIB!

  1. saya pengen khatam 30 juz di Ramadan kali ini, sekarang baru separuhnya, tapi nanti bakal terpotong datang bulan😛, yahh smoga saja bisa terkejar🙂

    ayo indah semangaaaattttt!!!!😀

    • Wuihh mba Ndin hebat, setengah bulan puasa, Alqur’an yg dibaca dah separuhnya. Nah saia, baru juga selesai menamatkan 1 juz :((
      aah saia pasti bisa! terimakasih atas semangatnya mba :*

      Mba juga pasti bisa menamatkannya! :*

  2. ayoooo…….. semangaaaat………… mumpung pahalanya lagi dilipatgandakan…
    syukur..syukur ..kalau udah ndak mikirin pahala… just ngaji karena nuruti perintah Allah saja…
    amiiien insya-Allah khatam….
    kamu bisa….. ayo ngaji…🙂🙂

  3. Supaya khatam, memang harus menyediakan waktu tiap hari untuk baca Quran, terutama ba’da sholat subuh atau tarawih. Bisa 1/2 jam atau 1 jam, silakan dipilih. Biar sebentar tapi rutin.
    Semangat, Bro.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s