Buah Silaturahmi

Silaturahmi selain mempererat persaudaraan juga mendatangkan hasil yang lebih🙂. Setidaknya itulah hal yang saya rasakan kemaren sore.

Sepulang kantor, tante saya mengajak saya pergi berkunjung ke salah satu rumah saudara kami yang tinggalnya di daerah Leuwi Gajah. Sejujurnya saya malas banget harus kesana, karena baru pulang kerja capek pastinya. Tapi setelah syarat yang saya ajukan disetujui oleh tante saya, akhirnya saya pergi juga kesana.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit sampailah kami di rumah saudara. Diawali dengan tradisi keluarga terlebih dahulu hingga akhirnya larut dalam perbincangan yang semakin hangat dan kompleks. Setelah kurang lebih 2 jam bercengkrama, dan hari sudah semakin larut, akhirnya kami pamit permisi pulang.

Ketika hendak pulang, tiba-tiba saudara saya memberikan saya sebuah tas hitam cantik. WOW! tanpa pikir panjang langsung saja saya ambil tas itu dengan senyum manis dan ucapan terimakasih pastinya😀. Buah manis itu belum selesai sampai situ saja, ketika hendak salaman, saudara saya memberikan saya selembar uang. Waahh! makin merekah saja senyum saya pastinya😀. Uang yang dia kasih mampu menggenapi uang saya yang ada di dalam dompet🙂.

Begitulah pelajaran dari indahnya silaturahmi yang saya jalani kemaren sore. Jadi teman-teman, tunggu apalagi. Mari kita saling menyambung silaturahmi🙂.

Rasulullah pernah bersabda, “Tidak ada satu kebaikan pun yang pahalanya lebih cepat diperoleh daripada silaturahmi, dan tidak ada satu dosapun yang adzabnya lebih cepat diperoleh di dunia, disamping akan diperoleh di akherat, melebihi kezaliman dan memutuskan tali silaturahmi.” Dalam sebuah riwayat lain, dari Anas ra, ia berkata bahwa Rasullah saw bersabda, “Barangsiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dilamakan bekas telapak kakinya (dipanjangkan umurnya), hendaknya ia menyambung tali silaturahmi. (HR. Mutafaq ‘alaih)

Dalam riwayat lain, Rasulullah saw pernah ditanya oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah kabarkanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan aku ke surga”. Rasulullah menjawab; “Engkau menyembah Allah, jangan menyekutukan-Nya dengan segala sesuatu, engkau dirikan shalat, tunaikan zakat dan engkau menyambung silaturahmi”. (HR. Bukhari).

Yukk kita menyambung tali silaturahmi * sambung pake tali tambang😀 *

12 thoughts on “Buah Silaturahmi

      • sekarang udah gak TPA yh..hmm
        tapi kalo tali benangnya mpe berton-ton tebalnya gmn? daripada tali tambang cuma satu..:D

        #kabuuuur

  1. udah aku sambung sama tali tambang kak ! tinggal tarik ajaa *eeh
    iyaah emang bener kak, kita harus menyambung tali silahturahmi😀
    terima kasih sudah berkunjung dan memfollow blog saya kaak😀

    • Siip, talinya dah siap saia tarik🙂

      mari menyambung tali silaturahmi *jabat tangan :D*

      kembali kasihh, terimakasih juga telah memfolbek yahh🙂
      ajarin nulis fiksi dongg -___-

      • mari kaaak *menyambut tangannya, eh tapi nggak jadi.. kepala saya gatel =)) eh nggak ding. jabat tangan kakak balik😀 *
        okeh kaaak😉
        kakak mau diajarin sama penulis pemula yang masih abal kayak saya ? T.T

      • hihii kepalnya ketombean yak gatel2😀

        penulis itu ga ada yang abal-abal, kamu penulis yg keren! fiksimu bagus2 kok🙂 nah kalau saia ndak bisa nulis fiksi malah😦

      • mweheheh, nggak kak.. kutu(?)

        makasih lhooh kaaak♥ tapi aku masih belajar😀 kenapa nggak kakak coba aja lgsg bikin cerita ? terus aja nulis ntar kan bisa keren tulisannya😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s