Aku manusia, aku lemah

Jika kalian tanya apa perasaanku sekarang, kalian pasti tahu jawabnya. Aku baik-baik saja. Bukankah kalian tahu kalau aku selalu berusaha untuk mengkondisikan kehidupanku berjalan baik-baik saja. Terlepas dari semua masalah berat yang sedang melandaku, aku tetap berusaha untuk memaksanya jadi baik-baik saja.

Aku sadar hidup tak selamanya berjalan seperti apa yang kita inginkan. Jika diibaratkan dengan jalan, pasti ada laku-likunya, belok kanan-kiri, naik-turun tebing yang tinggi, bahkan tak jarang jurang yang terjal sesekali siap memangsa untuk jatuh kedalamnya. Pun begitu dengan kehidupan yang sedang kujalani sekarang.

Tapi apa yang harus kulakukan? Aku telah berusaha, aku selalu mencoba. Aku mencintai kedua orangtuaku. Aku begitu menyayangi dan menghargai bundaku lebih dari apapun. Pun begitu dengan bapakku. Terlepas dari semua hal dan perbuatan yang telah dilakukan oleh bapakku, dia tetaplah bapakku. Dan karena dia pula aku ada dan bisa merasakan indahnya dunia ini. Meskipun dunia dan seisinya mengecam keberadaannya, dia tetaplah bapakku, yang kucintai, kuhargai, dan kubanggakan.

Tapi apa yang bisa kulakukan? Aku lelah, aku tak berdaya dan tak bisa berbuat apa-apa. Aku lemah.

Tak banyak yang kupinta, hanya sebaris senyum mengembang di pipi indahnya. Yah, itu saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s