Untukmu Bunda

Tuhan…
Terima kasih, Engkau telah memberiku sosok wanita seperti dia. Perjalanan hidup memang pahit dan sangat sulit. Tapi apakah sesulit ini kau berikan cobaan padanya?

Tuhan…
Aku mohon jangan pernah pisahkan kami. Aku menyayanginya, mencintainya lebih dari apapun.

Tuhan…
Air mata itu selalu mengalir dipipinya ketika ia dihina, dicaci, ataupun masalah anaknya. Dia kuat. Dia mampu bertahan meskipun menyakitkan. Ia tak pernah marah meskipun dihina. Ia tetap kuat dan sabar. Aku salut padanya Tuhan, karena dia aku bisa ada di dunia ini. Bisa merasakan kekayaan yang Engkau punya.

Tuhan…
Aku tak ingin melihat ia tersakiti, meskipun ia hanya menangis di depan anak-anaknya.

Terima kasih Bunda. Selamanya untukmu!

Ps : *artikel ini ditulis oleh adek saya, aiih so sweet dek🙂. Sepertinya kamu mempunyai bakat menulis juga🙂. Yuk dikembangin🙂
*Untuk setiap tetes air mata yang turun dipipinya, insyaALLAH akan tercipta pelangi yang indah setelahnya dek. Percayalah, kita pasti bisa!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s