Dalam Dekapan Ibu

dekap hangat ibu

 

Tidak seperti hari-hari biasanya, hari ini Kalista memutuskan untuk pergi ke kantor menggunakan transportasi umum (Angkot). Dia bisa saja pergi menggunakan motor matic merah abu-abu kesayangannya. Tapi entah kenapa hari ini dia begitu ingin naik angkot.

Mengingat perjalanan jauh yang harus ditempuh dari rumah ke kantor, maka pagi-pagi sekali Kalista telah bersiap-siap untuk ke kantor. Selesai bersiap-siap, dia pamit bepergian dengan kedua orangtuanya. Tak lupa dia mengambil dua lembar roti bakar berselai blueberry yang telah disiapkan di atas meja.

Setelah menunggu kurang lebih 5 menit, angkot dengan jurusan yang hendak dituju tiba. Angkot yang dia naiki sudah sesak dipenuhi dengan penumpang.  Jika saja tidak mengingat waktu yang terus berjalan dan takut telat, mungkin Kalista tidak akan naik angkot itu. Tanpa basa basi lagi, langsung saja Kalista masuk ke dalam angkot dan duduk di pingggir dekat pintu.

Sembari sang supir mengendarai angkotnya, Kalista melihat ke arah sekelilingnya. Dilihatnya dalam angkot itu dipenuhi dengan beragam macam manusia. Ada perempuan, ada laki-laki, ada orang tua, anak muda, ada pula anak sekolah dengan pakaian seragamnya, dan para pekerja dengan pakaian dinas mereka masing-masing. Tapi ada satu pemandangan yang begitu menyentuh hati Kalista, adalah ketika dia melihat seorang anak kecil yang berusia 2-3 tahunan yang sedang tertidur lelap dalam pangkuan ibunya. Ibu tersebut mendekap anaknya dalam pelukan yang terlihat begitu hangat. “Aah kangen pelukan Ibu” bisik hatinya.

Ditengah perjalanan, tiba-tiba saja angkot yang dinaiki oleh Kalista harus terhenti sejenak karena ada kereta api yang mau lewat. Melihat ada kereta api yang mau lewat, Sang Ibu segera membangunkan anaknya yang sedang tertidur lengkap di pangkuannya.

 “Bangun Nak, ada kereta lewat” bisik Ibunya.

Mendengar bisikan Sang Ibu, sang anak yang sedari tadi tidur terbangun segera. Bersama- sama mereka menyaksikan kereta yang lewat.

Suatu hari nanti, Ibu pasti akan mengajakmu naik kereta nak”  ucap Sang Ibu.

Beneran yah bu“, ucap sang anak penuh harap.

Kalista memperhatikan perhatian yang diberikan oleh Sang Ibu untuk sang anak. Dia merasakan seperti ada daya magis yang menghipnotisnya ketika melihat pemandangan indah itu. Dia tersadar bahwa dalam dekap hangat seorang Ibu, semua harap terasa nyata untuk dapat diwujudkan. Tiba-tiba terucap dalam hatinya.

Ibu,

Dalam kegelapan engkau datang bak cahaya yang mampu menerangi kembali jalan saya.

Dalam ketakutan engkau datang memeluk saya dan berkata jangan takut nak! Ada Ibu disini, yakinlah Ibu akan selalu ada disaat kamu takut.

Dalam kerapuhan engkau selalu ada menyemangati saya untuk bangkit kembali dari kerapuhan yang saya alami. Katamu : “Hidup ini harus kuat dan perlu perjuangan yang keras, Nak! Kamu tidak bisa selamanya berada dalam keadaan rapuh disaat apa yang kamu dapatkan tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan. Cukup hadapi kenyataan yang ada dan bersiaplah untuk sesuatu yang lebih baik lagi di masa depan” Bak kobaran api yang panas membara, kata-katamu memang mampu menghipnotis saya.

Dalam tangis engkau datang dengan sejuta cerita lucumu, sehingga saya bisa kembali tertawa dan kita tertawa bersama akhirnya.

Dalam hangat dekapanmu semuanya seperti tidak ada. Tidak ada duka, tidak ada masalah, tidak ada tangis. Yang ada hanya bahagia. Ah Ibu, sempurna sekali ALLAH menciptakan makhluk sepertimu. Terimakasih Ibu.

 

Selang beberapa menit kemudian sampailah Kalista di depan kantornya. Dengan memberikan beberapa lembar uang ribuan, Kalista turun dari angkot dengan senyum mengembang indah di wajahnya. Tak lupa dia memberikan senyum kepada Ibu dan Anak yang telah memberikannya pemandangan indah selama di angkot.

 

“Aah sungguh selasa pagi yang indah” ucapnya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s