Ketika hal-hal tidak biasa menjadi biasa

 

Terinspirasi dari tulisannya bung tobing tentang

http://ngerumpi.com/baca/2012/01/15/panteskah-seorang-cucu-berucap-gini.html#comment-400303, dimana pada tulisan tersebut diceritakan kalau seorang cucu yang berkata kepada opungnya (Nenek) “opung gila cepatlah kau mati”.

 

Di akhir kalimat artikel tersebut bung tobing bertanya pantaskah seorang cucu berkata seperti itu??

 

Dan saya akan menjawab pertanyaan bung tobing tersebut🙂. Pada dasarnya kita semua setuju kalau perkataan seperti itu tidaklah pantas diucapkan oleh seorang cucu kepada neneknya. Di rumah, di sekolah, dan di tempat-tempat peribadatan, kita diajarkan untuk berbicara yang sopan dan bertutur kata yang santun kepada orangtua.

 

Namun kenyataannya?? Tidak begitu.

 

 Saat ini banyak sekali kita dengar anak-anak yang melawan pada  orangtua bahkan berani berkata kasar kepada orang tuanya. Sepupu saya sendiri pernah memanggil ibunya dengan panggilan “Sia” (Dalam bahasa sunda sia itu berarti kamu. Sia itu adalah kata yang paling kasar untuk memanggil kamu, kata itu tidak pantas untuk digunakan. Di dalam pergaulan saja tidak pantas, apalagi mengatakan hal demikian kepada ibu).  Alhasil dia dimarahin habis-habisan setelah memanggil ibunya seperti itu.

 

Selain itu sering pula kita mendengar istilah “anjing” yang sering dipakai oleh anak dalam pergaulan mereka. Anjing yang kita kenal sebagai binatang yang ganas tiba-tiba saja mendadak menjadi familiar dan menjadi bahasa yang “trend” untuk saat ini. Miris! istilah anjing tidak hanya dipakai untuk kalangan anak-anak sekolah saja, tapi juga oleh kaum mahasiswa yang katanya “berintelektual”( saya pernah mendengar seorang anak mahasiswa yang menyapa temannya dengan panggilan anjing:( ).

 

Nah yang menjadi permasalahannya sekarang adalah Ketika hal-hal tidak biasa (seperti berkata kasar kepada orang tua, memanggil teman dengan istilah anjing, jarang ke masjid untuk belajar agama karena lebih memilih untuk ke warnet dan bermain game online) menjadi biasa dan diadopsi oleh anak-anak. Bisa dibayangkan betapa pergeseran moral melanda anak-anak saat ini ??

 

Untuk itu marilah kita bersama-sama memberikan contoh yang baik dan penjelasan yang baik pula kepada anak/adik/sanak saudara kita untuk tetap menjaga norma dan sopan santun dalam kehidupan. Menjelaskan kepada mereka apa yang layak dan tidak layak untuk diucapkan. Sehingga kita kembali menjadi masyarakat yang berkepribadian baik.  

 

 

 

7 thoughts on “Ketika hal-hal tidak biasa menjadi biasa

    • Mariii bersama-sama kita perjuangkan moral bangsa. karena kalau bukan kita siapa lagi🙂
      #sembari membusungkan dada dan menegakan kepala😀

      salam kenal juga🙂
      terimakasih telah meninggalkan jejak di blog saya😀

      • monggo mampir juga kapan2 di blog saya,dan jgn lupa tinggalin jejak juga ya?

        sering ktmu cindo kh? titip salam ya?😀

  1. okeh.:)
    alamat blognya apa??
    biar saya berkunjung balik ke blognya🙂

    kalau ketemu sih belum pernah, tapi kita sering berkomunikasi via YM dan saling komen di Ngerumpi🙂
    ehyah anak rumpi juga yah?😀

  2. secepatkurakura.wordpress.com / colotehkurakura.blogspot.com *mampir ya?

    wadooohhh, itu orang tau saja ya? ane nongol dmn2 slalu ada(ada di pikiran saya maksudnya.hahaha tambah rontok itu bulu matanya :D)

    sy cow jd g suka rumpi2 gt🙂
    wuishhh hatinya rontok juga gak itu?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s