Jalanan

Akan selalu ada pengalaman indah yang kita temui sepanjang perjalanan. Seperti halnya yang saya lihat kemarin sepulang makan siang dari The Kios, Dago menuju kantor yang ada di Cisitu Lama. Di bawah jembatan layang Dago ketika sedang menunggu lampu merah, saya melihat ada sekumpulan anak jalanan yang sedang duduk melingkar sembari bernyanyi diiringi alunan suara gitar dari salah satu teman mereka.

Anak jalanan yang berusia sekitar 4-6 tahunan dan seorang anak laki-laki berusia 12 tahunan terlihat bernyanyi riang tanpa beban.

Na..Na..Na..Na..

Sya..la…la..la…..

Hulaa..hulaa..

Kurang lebih begitulah alunan nada yang terdengar dari nyanyian mereka. Sederhana dan menggugah! wajah mereka terlihat begitu riang, tertawa, dan bertepuk tangan setelah satu lagu selesai dinyanyikan.

Mereka selalu berusaha untuk mensyukuri kehidupan mereka. Mereka yang tidak tahu hari ini akan makan apa, besok bisa makan atau tidak selalu berusaha untuk menciptakan kebahagiaan.

Bernyanyi!
Yah mungkin itu salah satu cara mereka untuk mewujudkan kebahagiaan.

Tertawa! Dan menganggap seolah-olah tidak ada masalah yang sedang mereka hadapi.

Anak jalanan,
Ditengah kerasnya kehidupan, mereka mencoba untuk tetap bertahan. Ditengah semakin majunya perekonomian, mereka terlupakan. Dan ditengah keramaian kota, mereka hilang tak terlihat karena hiruk pikuknya kendaraan yang berlalu lalang. . .

2 thoughts on “Jalanan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s