Hanya berterima kasih saja

Hanya berterima kasih saja.

 

Menyikapi tulisannya jeng @yuken kolmi intan tentang cuma berterima kasih saja, http://ngerumpi.com/baca/2011/10/07/cuma-berterima-kasih-saja, maka saya tertarik untuk menulis tulisan ini.

Efek dari membaca tulisan tersebut menyadarkan saya untuk mengucapkan terima kasih kepada seseorang yang selalu ada ketika saya nangis dan saya butuh. Dia yang pertama kali saya jumpai dalam orientasi mahasiswa baru di kampus, dia yang mempunyai kesan awal menyebalkan, sombong, dan belagu, dia yang cakep dan mempesona🙂.

Sejak awal masuk kuliah sampai sekarang, dia selalu ada di sisi saya dan hampir selalu ada ketika saya menangis (alangkah malunya saya ketika dia mengetahui betapa cengengnya saya:( ), ketika saya sedang dalam masalah dia ada dan menguatkan saya dengan kalimat-kalimat”sok bijak”nya, dan untuk akhir-akhir ini ketika saya butuh sesuatu, dia datang dan memberikan apa yang saya inginkan.😀

Alangkah beruntungnya saya memiliki sahabat  sepertimu. Alangkah bahagianya saya memilikimu.  Alangkah indahnya hidup saya karena ada kamu.:)

TERIMA KASIH! Terima Kasih atas semua perlakuan baikmu. Terima kasih atas api semangatmu. Terimakasih atas perhatianmu.  Kamu mungkin tidak membaca tulisan  ini, tapi tak mengapa, asalkan semua orang tahu betapa berharganya dirimu:)

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s