Tukang Bubur Ayam dan Tukang Sayur

Saya paling senang ketika di jalanan, karena apa? Karena begitu banyak hal-hal indah yang bisa saya lihat dan saya pelajari dari sana. Pun begitu pada hari ini. Dalam perjalanan dari rumah ke kantor, dari Cimahi ke Cisitu Lama, Dago seperti biasa saya melewati jalan Cimindi-Gunung Batu-Pasteur-Taman Sari-Sangkuriang Dago lalu sampailah ke kantor saya di Cisitu Lama.

Melihat kemacetan yang terjadi di persimpangan Cimindi mau ke Gunung Batu, maka saya memutuskan untuk mengambil jalan pintas dengan melewati sebuah gang sempit yang langsung tembus ke Gunung Batu. Dipertengahan jalan saya melihat ada tukang bubur ayam dan tukang sayur yang sedang berhenti di tepi gang. Sang tukang sayur sedang beristirahat sejenak sembari menyantap sarapan dengan bubur ayam.

Saya tersenyum simpul melihat pemandangan indah itu. Meskipun menurut kalian tidak ada yang special , tapi saya merasa ada sesuatu yang special dari kejadian itu. Entah kenapa saya begitu menyukai kejadian tadi.
Ternyata hidup itu berbeda, berwarna, dan Indah. Perbedaan itulah yang membuatnya berwarna lalu indah. Pun begitu dari kejadian tadi yang masih saja saya inget sampai saya memposting tulisan ini. seorang tukang bubur ayam dengan tukang sayur merupakan insan yang berbeda dengan jenis pekerjaan pula tapi tetap merupakan satu kesatuan dalam kehidupan.

Satu hal lagi pelajaran hidup yang kudapat.

Thanks Life, u are the real Teacher!

Gambar diambil dari mba Google🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s