Ketika Cinta Itu Layu

Akhir-akhir ini acara infotainment dipenuhi oleh kisah berakhirnya kisah cinta para selebritis.  Antara lain berakhirnya  kisah beda usia antara yuni shara dan raffi ahmad, perceraian antara peggy melati sukma dan suaminya, serta pertengkaran menjelang pernikahan antara anji drive dan calon istrinya. Hampir setiap hari kita disuguhi berita seperti itu. Sungguh bukanlah tontonan yang menyegarkan!

 

Kisah cinta di atas memiliki benang merah yang sama yakni melunturnya rasa cinta antara sepasang kekasih. Ketika cinta itu layu, ketika rasa itu tidak lagi menggelora seperti dulu, ketika rasa sayang perlahan lahan terkikis lalu habis sehingga meninggalkan puing-puing luka yang tersisa di hati.

 

Nah pertanyaannya siapakah yang harus disalahkan ketika semua itu terjadi? Haruskah kita menyalahkan waktu karena tidak lagi berpihak pada rasa itu, serta keadaan yang memaksa untuk mengakhiri semua kisah yang telah dibangun?  ataukah takdir yang memang menghendaki kita untuk menyudahi semuanya?

 

Pada dasarnya tidak ada seseorang pun yang menginginkan gagal dalam bercinta, apalagi gagal dalam perkawinan. Namun jika memang jalannya harus demikian, yah apa yang harus bisa kita lakukan, selain menerimanya dengan ikhlas. Toh laki-laki/ perempuan bukan hanya dia saja di dunia ini.

 

Selain itu, berakhirnya jalinan cinta kita dengan seseorang bukan berarti dunia kita akan runtuh dan seolah-olah tidak ada lagi hari esok yang lebih cerah.  Kita diciptakan berpasang-pasangan. Maka yakinlah ketika hubungan cinta kita berakhir dengan seseorang, pastinya di luar sana (yang kita tidak tahu dimana tempatnya) ada seseorang yang lebih baik lagi yang akan mencintaimu apa adanya dan menyambutmu dengan ramah!

 

Bangun dan bergeraklah. Matahari esok hari pasti lebih cerah!

 

Hidup harus terus berjalan, dan pasti akan berjalan! Karena hidup tidak akan menunggu orang-orang yang terlena pada “satu keadaan” saja!

 

Karena sejatinya  jodoh itu adalah rahasia tuhan, maka tidak ada seorangpun dari kita yang dapat memaksakan seseorang untuk tetap menjadi milik kita, sebagai manusia kita hanya bisa “”menjaga agar semuanya berjalan sesuai dengan kehendak kita. Lalu selebihnya serahkan kepada ALLAH biarkan kuasanya yang bekerja!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s