Dalam angkot itu

Saya paling malas naik angkot. Bukan karena bentuknya, bukan karena “bau”nya, bukan juga karena sesaknya. Tapi karena kalau naik angkot,jalannya muter-muter. Perjalanan dari kantor sampai ke rumah yang biasanya dapat ditempuh dalam waktu 45 menit,ditempuh selama 2 jam pake angkot. Hufttt,melelahkan sangat bukan??
Tapi,bukan itu yang mau saya ceriatin..
Ada pemandangan indah yang saya temui sewaktu naik angkot kemaren. Di pertengahan jalan, naiklah seorang kakek-kakek tua yang berumur sekitar kurang lebih 70 tahunan. Kakek itu masih terlihat gagah dengan usianya segitu,dilengkapi dengan garis-garis manis di wajahnya ( dibaca “keriput”, saya lebih suka menyebutnya garis-garis manis ketimbang keriput. Yah,sedikit lebih halus lah daripada keriput).
Memandangi wajah kakek tersebut, memori otak saya langsung menarik satu kesimpulan : “untuk apa cari pacar/suami yang kata anak muda sekarang ini masyaALLAH cakepnya, toh pada akhirnya pun akan menjadi kakek-kakek yang tua renta plus garis-garis manis di wajah pastinya seperti yang ada dihadapan saya”.
Pada akhirnya kita pun akan habis bersama waktu dan usia. Penampilan fisik pun akan turut berubah. Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih pasangan hidup. Jangan terlena oleh ketampanan semata sehingga menutup mata kita untuk melihat dari sisi lainnya.
Angkot cidahu,12 Sept’2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s