
Peluk ;
Karena dalam dekap, semua masalah terasa nikmat.
Peluk. Kita semua pasti pernah merasakan pelukan. Baik itu pelukan dari orangtua, sahabat, ataupun pacar. Pelukan merupakan salah satu sentuhan positif antara dua orang. Biasanya ketika dipeluk maka kita akan merasakan ketenangan, kehangatan, dan kedamaian. Secara psikologi pelukan juga dapat diartikan sebagai bentuk kepedulian dan empati terhadap orang yang kita peluk.
Pelukan ternyata juga mampu menyembuhkan penyakit hipotermia, yakni suatu penyakit yang tidak kuat dengan suhu dingin. Karena saat dipeluk ada pertukaran ion-ion tubuh yang terjadi dari pelukan yang berlangsung.
Mengapa saat ini saya berbicara tentang pelukan? Jadi begini ceritanya :
Hari ini saya pergi ke Gunung Tangkuban Perahu dalam rangka praktek kerja lapangan Diklat English For Presentation Skill. Disana cuacanya sangat dingin. Saya saja tidak pernah menanggalkan jaket yang sedari pagi membungkus tubuh saya. Di depan saya terlihat ada seorang pengunjung yang pakai baju pendek dan tidak menggunakan jaket. Melihat hal itu, saya bilang ke teman saya.
Me : Tuh cewe ga kedinginan yah a, ga pake jaket ?
Him : dia ga akan kedinginan lagi neng, karena dah dipeluk tuh ma pacarnya. (saat itu mereka sedang berangkulan tepatnya, sepertinya teman saya yang berlebihan mengartikannya)
Me : Memangnya pelukan itu bisa menghangatkan tubuh yah a?
Him : Dengar pertanyaan saya itu dia langsung menjelaskan hal tentang manfaat pelukan, salah satunya tentang pelukan yang mampu menyembuhkan penyakit hipotermia itu.
Dan dari hasil perbincangan singkat kami tadi, saya mendapatkan ide untuk menulis tentang pelukan. Sekarang saya juga akan menuliskan kembali manfaat pelukan dari sumber yang saya baca di internet.
1. Sentuhan dari orang yang kita sayangi akan meningkatkan jumlah hemoglobin di dalam darah. Seperti yang kita tahu, hemoglobin merupakan salah satu bagian dari tubuh yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk jantung dan otak. Suplai hemoglobin yang meningkat ini dipercaya secara ilmiah akan mempercepat proses penyembuhan setelah sakit.
2. Memeluk seseorang yang Anda sayangi sebanyak empat kali per hari bisa menjauhkan depresi. Malah secara ilmiah, delapan pelukan sehari akan memberikan kestabilan mental yang lebih kokoh, dan 12 pelukan sehari akan membantu perkembangan psikologis seseorang. Penelitian lain menyebutkan manfaat pelukan, di antaranya mengurangi stres, membantu pola tidur yang sehat, memberi semangat, dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh.
3. Sebuah penelitian yang dilakukan University of California juga membuktikan betapa dahsyatnya sentuhan dari suami, istri, bahkan pacar. Sebanyak 25 perempuan yang menjadi objek penelitian diberi semacam panas yang membuat mereka merasa kesakitan. Lalu mereka dipersilakan memegang bola kecil, tangan pria asing, dan tentunya tangan pasangan. Ajaibnya, ketika mereka saling berpegangan dengan tangan pasangan, rasa sakit yang dirasakan jauh berkurang dibandingkan ketika mereka memegang bola kecil atau tangan pria asing.
4. Penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Epidemiology and Community Health mengungkapkan fakta bahwa bayi yang sedari lahir selalu diberi sentuhan (pelukan, ciuman, belaian) pertanda kasih sayang oleh orangtuanya tumbuh menjadi pribadi yang tak mudah stres.
Jadi melihat manfaat diatas, tunggu apa lagi? mari kita berbagi peluk dengan sesama
. Big Hug untuk kalian semua
selamat bermalam minggu
Sumber dari sini
Selamat menikah dek. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, dan warohmah. Banyak doa dan restu yang terucap untuk kebahagiaanmu hari ini, esok, dan selamanya. Berbahagialah, karena engkau berhak mendapatkannya.
Dek, Hari ini adalah hari dimana kehidupan barumu sebagai seorang istri akan dimulai. Hari dimana engkau tidak lagi menjadi sosok yang manja, sedikit pemalas, dan keras kepala. Kedepannya akan begitu banyak sosok yang akan engkau urus. Disana ada suami dan anak yang nanti akan lahir untuk engkau urus dan engkau rawat.
Dek, dalam pernikahan bukanlah suatu perkara yang mudah untuk menyatukan dua pemikiran yang berbeda. Engkau dan suamimu memiliki pemikiran dan karakter yang tak sama, tapi jangan sampai beda perbedaan itu menjadi penghalang bagi kalian untuk bahagia. Ketika dia sedang lelah, sambutlah dia dengan senyum termanis yang engkau punya, ketika dia sedang marah, diamlah, dan jangan terpancing dalam kemarahan yang serupa, ketika dia senang, buatlah hari-harinya agar selalu bahagia, ketika dia sedih, hiburlah dia dengan tingkah pola lucumu yang sukses membuat ayuk sering tertawa, dan ketika dia sedang dalam keadaan terpuruk, engkau harus meyakinkannya bahwa semua akan berjalan baik-baik saja.
Dek dalam perahu pernikahan akan begitu banyak angin badai yang menghalangi kalian untuk sampai ke dermaga yang kalian tuju. Tapi, tidak usah takut selama kalian berdua saling bergandengan tangan bersama sama, maka semua badai itu akan mampu kalian hadapi.
Dek, terlepas dari semua kesalahan yang engkau lakukan dibalik pernikahanmu, ikhlaskanlah. Jadikanlah dia pelajaran berharga yang akan menuntunmu ke jalan yang lebih baik lagi ke depannya. Semoga pernikahanmu ini adalah langkah awal bagimu dalam menjemput kebahagiaan yang engkau inginkan. Semoga semua mimpi-mimpi yang ingin kau bangun dapat kalian wujudkan bersama-sama.
Dek, Berbahagialah, dan bangunlah hari-hari yang lebih indah di setiap hari ke depannya. Ayuk ikhlas engkau langkahi!. Maaf tidak berada disitu disaat momen-momen sejarahmu
Panorama Hotel Lembang, 1 Juni’12
10.15 p.m.
Untuk semua beban yang tengah engkau tanggung, selalu, engkau segalanya bagi kami, Anak-anakmu :*
Bunda, you’re number one for me!
Teman-teman pernah melihat tangan anak bayi yang baru lahir? Ketika baru lahir, bayi biasanya menggenggam tangannya. Berbanding terbalik ketika kita meninggal, ketika meninggal biasanya tangan kita terbuka.
Saya baru tadi pagi menyadari akan hal ini dari penjelasan seorang teman. Teman saya ini memang sering mendatangi tablig akbar-tablig akbar. Dan dari tablig akbar tersebut dia mendapatkan penjelasan tentang perihal diatas.
Berdasarkan penjelasan teman saya tadi, diceritakan kembali bahwa biasanya ketika lahir kita menggenggam tangan kita, dengan makna bahwa kita ingin menggengam dunia ini berada dalam tangan kita. Kita, dengan segala harapan dan cita-cita menginginkan agar bisa menguasai dunia ini sehingga berada di genggaman kita. Kita,yang entah itu ambisi ataupun mimpi berusaha untuk berlomba-lomba agar bisa menjadi pemenang di Bumi ini. Kita, dengan segala kemampuan yang dipunya ingin menjadi orang yang terdepan dan terpandang di Bumi ini. Meskipun dalam kenyataannya tidak demikian adanya.
Hal yang berbanding terbalik akan kita temui ketika kita meninggal.
Ketika meninggal, biasanya kita meninggal dalam keadaan tangan terbuka. Dengan makna bahwasanya kita telah ikhlas dengan segala yang telah kita dapatkan di Bumi, dan pasrah mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita selama di dunia di mata ALLAH swt. Jika perbuatan kita selama ini baik, maka ALLAH juga akan menempatkan kita ketempat yang baik disisiNYA. Pun begitu sebaliknya, jika perbuatan kita selama di dunia kurang baik, maka ALLAH swt juga akan menempatkan kita ditempat yang kurang baik disisiNYA.
apa kabar kalian? aah pastinya sedang menikmati liburan panjang ini kan? selamat menikmati liburan bagi kalian yang merayakan. Pasti kalian sedang bahagia sekali bisa menikmati libur panjang ini. Dan begitu pula dengan yang saya rasakan sekarang. *loncat-loncat di kamar *
Meskipun liburan kali ini saya tidak kemana-mana hanya stay di rumah ajah, tapi saya sangat sangat mensyukurinya. Libur panjang seperti ini adalah hal yang sangat langka bagi saya. Libur 4 hari secara berturut-turut dari hari kamis-minggu, terus nanti seninnya langsung ke Batam, itu sungguh sesuatu. Setidaknya saya bisa rehat sejenak dari rutinitas kantor yang indah-indah:D.
Bagaimana liburan kalian berjalan?
Kalau saya liburan kali ini saya habiskan dengan berkumpul bersama keluarga. Terlebih Bapak dan tante saya datang dari Jakarta, makin lengkaplah keceriaan saya di liburan ini. Kemaren saya dan keluarga menonton pertandingan bola adek saya yang masuk semifinal, hari ini dirumah ajah ngobrol bareng dengan sepupu yang dateng, besok mau cek darah plus sorenya ngajar dan ketemu dengan adek saya tercinta, Doni, terus besoknya lagi, minggu mau jalan ma teman-teman*padat banget kan jadwal saya:D*. Jadi meskipun tidak ada liburan keluar kota, tapi liburan kali ini juga begitu indah.
Akhir kata, selamat berlibur teman. Mari kita menikmati libur panjang yang indah ini.
Kisah 1 :
Saat ini Negara kita sedang berduka mengenang tragedi kecelakaan yang menimpa pesawat Sukhoi Superjet 100 yang menabrak Gunung Salak pada rabu 9 Mei 2012 pekan lalu. Berdasarkan informasi yang didapat, sampai saat ini belum ditemukan adanya awak pesawat dan penumpang yang selamat (tapi saya berharap, semoga ada awak pesawat dan penumpang yang selamat).
Pesawat yang digayang-gayang super cangggih dan super mewah buatan Rusia itu hilang kontak dengan Air Traffic Controller (ATC) Sukarno Hatta ketika sedang melakukan demonstrasi terbang atau joy flight dalam rangka promosi pesawat di langit Jakarta.
Peristiwa kecelakaan tersebut menimbulkan banyak korban jiwa dan meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Tidak ada lagi canda tawa ceria yang bisa dibagi bersama, bahkan untuk jasadnya pun belum tahu bisa ditemukan atau tidak.
Kisah 2 :
Kemaren pagi saya dan teman seruangan melayat ke rumah salah satu orangtua teman kantor saya yang meninggal. Orangtuanya meninggal beriringan. Pada awalnya Bapaknya yang meninggal Sabtu sore, 12 Mei 2012 di salah satu Rumah Sakit swasta yang ada di Bandung. Lalu sehari sesudahnya, tepatnya Senin dinihari, menyusul Ibunya yang meninggal di salah satu Rumah Sakit pemerintah yang ada di Bandung.
Ketika saya melayat, saya berada tepat di atas kepala mayit. Ada rasa tersendiri yang saya rasakan ketika melayat kemaren. Perasaan sedih dan takut lebih tepatnya. Takut, bagaimana jika nanti saya yang berada di posisi sang mayit.
***
Kedua kisah diatas mengisahkan tentang kematian. Yah, mati. Mati adalah suatu hal yang pasti dalam hidup ini. Bahkan sejak lahirpun kita telah divonis mati oleh pencipta kita, ALLAH swt. Dan kita tidak akan pernah tahu kapan sang waktu akan berhenti dan menghentikan semua aktivitas kita di bumi.
Kejadian diatas menyadarkan saya betapa hidup dan mati itu bagaikan sehelai benang tipis yang bisa putus kapan saja. Kita sungguh tidak akan tahu kapan ajal itu kan datang. Kematian tidak akan pernah menunggu kita sampai kita siap menghadapNYA.
Yang bisa kita lakukan hanyalah mengisi hari-hari pada kehidupan kita ini dengan hal-hal yang bermanfaat dan berguna bagi umat sepeninggal kita kelak. Sehingga kita tidak terlahir dengan sia-sia dan meninggalkan penyesalan di dunia. Marilah kita mengisi kehidupan ini dengan hal-hal yang bermanfaat dan berguna, karena kita tidak akan pernah tahu kapan ajal itu akan datang dan membawa kita bersamanya.
Mengutip pepatah bijak berkata :
“Ketika Kau lahir, dunia tersenyum dan engkau menangis. Jalanilah kehidupanmu sebaik-baik mungkin, sehingga ketika engkau meninggal, engkau tersenyum, dan dunia menangis“
Teman-teman pernah bepergian pakai sandal jepit? Kalau saya? Pernah. Nih saya barusan pulang dari menonton perlombaan sepakbola adek saya menggunakan sandal jepit. Saya termasuk seseorang yang begitu nyaman dan percaya diri (PD) dengan apapun barang yang saya kenakan, baik itu sandal jepit. Jadi, saya tidak akan pernah malu menggunakan sandal jepit kemanapun saya pergi, asalkan saya nyaman dan PD memakainya!
Mengapa saya sedikit menegaskan kebanggaan saya menggunkan sandal jepit diatas? Karena tadi pagi adek-adek saya complain dengan sandal yang saya pakai dan bilang kalau saya ga malu karena menggunakan sandal jepit! asli saya kesal mendengar ungkapan mereka!
Jadi begini ceritanya. Klub sepakbola adek saya masuk ke babak 8 besar dalam salah satu pertandingan yang dilaksanakan oleh AURI dan hari ini mereka bertanding lagi untuk masuk ke babak selanjutnya, semifinal. Demi memberikan support dan semangat ke adek, saya dan keluarga pergi ke lokasi untuk mendukungnya. Mengingat lokasi yang akan saya tuju adalah lapangan sepakbola, maka kostum yang saya pakai begitu simple ga ribet. Cukup menggunakan kaos putih jogger, celana panjang hitam, dan jilbab hitam.
Ketika tibalah waktunya untuk pergi, untuk sendal saya memilih untuk menggunakan sandal jepit. Pada awalnya adek-adek saya ga complain, mungkin karena mereka belum sadar dengan sandal yang saya pakai. Tapi, ditengah perjalanan adek perempuan saya bilang gini : “ayuk* teh pake sandal jepit? “. Ketika adek perempuan saya bilang gitu, adek laki-laki saya langsung melihat ke kaki saya dan bilang gini : “Yah ihh, ayuk teh kenapa atuh pake sandal jepit? ga malu apah?? “. Mendengar ucapan mereka berdua, saya langsung bengong *pasang muka melongo :I *
Setelah bengong beberapa detik, akhirnya dengan tegas saya bilang ke adek-adek “yah, ayuk pakai sandal jepit. Memangnya kenapa kalau ayuk pakai sandal jepit? ada yang salah? ga ada aturan kan kalau ga boleh pakai sandal jepit kalau mau berpergian keluar?? dan untuk masalah malu, ngapain juga ayuk harus malu, toh ayuk tidak mencuri untuk membeli sandal ini. Yah ayuk pakai sandal jepit dan ayuk bangga! jangankan ke lapangan sepakbola, bahkan ke mall pun ayuk pernah pakai sandal jepit. “
Mendengar jawaban tegas tersebut, adek-adek saya diam dan tidak pernah membahas masalah sandal jepit lagi sepanjang perjalanan, perlombaan, sampai pulang kerumah lagi.
Jujur saya sering kesal terhadap orang-orang yang sering menyepelekan oranglain berdasarkan pakaian yang dikenakan. Memangnya apa yang salah dengan pakaian yang kita kenakan? toh pakaian, barang, tas, sepatu atau apapun itu bukanlah tolak ukur untuk menilai kepribadian seseorang. Memangnya jika kita mengenakan pakaian yang matching, branded, dan mahal bisa menjamin kalau kita tampak sama sperti yang kita kenakan?? saya pikir tidak!
Jadi, kembali dengan bangga saya ucapkan saya suka pakai sandal jepit!
*ayuk = kakak

